Minggu, 12 Oktober 2014
REKAN

Duduk terpaku di depan laptop, entah mengetik apa. Sesekali terpekur menatap layar bening, entah menatap apa. Ia juga tersenyum kecil tatkala tangan kirinya menopang dagu. Entah karena apa.

Kadang-kadang, sering kulihat ia mengacak rambutnya frustasi. Lalu mengetik dan mengetik lagi. Kadang-kadang, sering juga kusaksikan, ia terus-terusan menoleh ke arah jalan, di depan gedung kembaran segi delapan. Entah menengok siapa.

Aku cemas. Apa jangan-jangan dia sedang menghindar dari seseorang?

Ah, tidak. Tidak mungkin ia menghindar kalau ia bersembunyi di tempat terbuka seperti ini.

Lalu apa?

Matanya lagi-lagi bergerak gelisah. Sekarang, ia menatap arloji kecil yang melingkar di tangan kirinya. Siapa yang ia tunggu?

Tiba-tiba seorang laki-laki datang. Sedikit terengah tanda ia terburu-buru. Disekanya keringat di dahi lalu tersenyum pada gadis yang menyender di tembok itu.

"Maaf, terlambat."

Entah apa yang mereka janjikan. Ketika mata itu bertemu, senyum terlukis di paras keduanya.

"Terima kasih sudah bergabung, Kakak."

11:55
Di depan gedung TVST, menunggu seseorang untuk bergabung di Genshiken Project (story).

Genshiken Project ~ REKAN

Posted by Unknown
Tag :, Tag :, Tag :
Jumat, 26 September 2014
Semakin lama, semakin banyak pula kegiatan yang harus saya lakukan. Bahkan, akhir-akhir ini saya seperti melepaskan semua unit yang saya sangat sukai. Saya tahu, harus ada pengorbanan bila saya memang ikut perlombaan. Hah! Perlombaan,

Agak sulit saya terangkan jika itu memang hanya perlombaan biasa, ada yang menang, ada yang kalah. Adu kepintaran. Selesai.

Itu seharusnya.

Tapi, untuk kali ini, saya mengikuti jejak-jejak pikiran saya yang dulu memang sudah diset untuk pembuatan karya tulis. Hasrat saya di bidang itu masih sama seperti dulu. Mungkin kalau Tuhan tidak memberikan jalan, saya tidak akan sampai ke tahap ini.

Oh ya, kemarin ketika saya meminta tanda tangan, saya senpat kehilangan hape. Sekarangpun saya tidak tahu di mana ada HP saya berada. Pikun? Anggaplah demikian. Orang tidak akan bermaksud menghilangkan kepemilikannya dengan sengaja bukan?

Curhatan pagi ini begitu singkat. Mungkin karena kemarin sudah saya habiskan waktu saya dengan pura-pura tegar, mengokohkan diri. Sayangnya, sisi lemah saya tidak pernah bisa munafik. Air mata kembali turun dengan sendirinya.

Ah, maaafkan saya. Saya harus meminta maaf pada pihak persma. Saya tidak bermaksud untuk tidak mengikuti kegiatan kaderisasi yang dari awal tidak pernah becus saya lakukan. Saya tidak punya pilihan untuk melepasnya.

Berbicara mengenai itu, seminggu yang lalu saat kaderisasi ketiga, saya dilema. Akhirnya saya tetap mengikuti seleksi dan ikut juga dengan persma. Walaupun hanya sejam, catatan dari teman rasanya sudah cukup untuk membuat saya membayangkan apa yang terjadi dari pagi hingga sore itu.

-------------------------------------------akhir curhatan------------------------------------------------------------------------------------------------------awal laporan kegiatan--------------------------------------------------------

Bapak Budiono Kartohadiprodjo, dosen tamu Fisika Teknik ITB, Pembina Pers Mahasiswa yang sekaligus Pendiri dan Direktur Umum Majalah Gatra memberikan materi mengenai apa pers itu sebenarnya. Beliau yang terlibat banyak dengan jurnalistik memberi arahan bahwa pers juga dapat menjadi alat pemerintah. Tapi, inti dari semua itu adalah pers bukan orang yang malas. Ia tidak menunggu berita tetapi mencari berita.

 Kedua adalah Suara Mahasiswa dari Pers Mahasiswa Universitas Islam Bandung. (Saya datang tepat setelah mereka selesai memberikan materi)  Sebagai teman seperjuangan (pers), mereka memberikan materi bahwa pers bisa jadi sebuah investigasi yang waktu meliputnya tidak terhitung kiranya. Yah, kalau di pikiran saya ini jadi sebuah penelitian yang laporannya bukanlah laporan akhir tetapi liputan akhir. Yah, pekerjaan menulis memang paling hebat.

Selanjutnya komune Rakapare. Untunglah saya hadir saat mereka memberi materi. Pertama terdapat video tentang perjuangan mereka mendirikan komunitas ini. Komunitas ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab dan peran serta generasi muda bangsa. Di mata saya, mereka luar biasa.

Bagaimana pengaturan waktu mereka jika dibandingkan dengan saya yang bahkan tugaspun dibuat H-beberapa jam. Saya deadliner asli. Mereka organisator dan inspirator. Seingat saya, mereka sedang berusahan mengumumkan pada dunia bahawa ada beberapa daerah di Indonesia yang membutuhkan pertolongan. Bayangkan, satu desa terancam kehilangan pekerjaan. Desa itu adalah Karawang.

Saya harap pada siapapun yang membaca artikel ini bisa ikut terketuk hatinya untuk membantu komune ini. Bagaimanapun juga, Rakapare membantu masyarakat dengan memborbardir berita dan situs online. Ide yang cukup cerdik.

Saya tidak tahu harus menulis apa lagi. Saya rasa setelah kaderisasi ini saya baru bisa serius menekuni dunia apa yang ingin saya jalani. Doakan HP saya berada di tangan orang yang baik, di tangan orang yang mau mengembalikan HP beserta isinya kepada lembaga di kampus, atau lebih bagus lagi kalau mengembalikannya langsung pada saya. Hayolah, di HP itu ada banyak sekali data diri saya seperti ATM, KTM, dan KTP. Saya tidak bisa hidup bila saya tidak menemukannya.

Oke, saya ralat. Saya kehilangan dompet yang isinya cukup lengkap. Saya harap siapapun yang menemukannya berbaik hati mengembalikannya kepada saya. Terima kasih.

----------------------------------------------------akhir laporan----------------------------------------------------
----------------------------------------------------akhir curhatan sesi dua----------------------------------------

Kaderisasi Persma Ketiga

Posted by Unknown
Tag :, Tag :, Tag :
Sabtu, 20 September 2014
Halo, tak terasa seminggu lamanya saya menghilang dari dunia blogging. Yah, walaupun saya memang seorang newbie, setidaknya, saya cukup sering berkeluh kesah mengenai hari-hari saya yang saat ini semakin lama semakin padat. Saya tahu sebagai seorang mahasiswa baru yang kemarin keluar dari sebuah SMA berasrama yang ketatnya juga lumayan, mengeluh adalah hal paling prinsip yang sebisa mungkin saya hindari. Mengapa? Mengeluh hanya akan membuat saya semakin tidak yakin akan apa yang saat ini saya hadapi. Saya selanjutnya akan menyesal karena mengambil pilihan ini.

Ah sudahlah! Berbicara mengenai kesibukan tidak akan pernah ada habisnya. Malam ini, di tengah-tengah Malam Akrab mahasiswi-mahasiswi TPB Asrama Putri ITB, saya menyempatkan diri memenuhi hasrat ambisius saya sekaligus beban saya untuk sesegera mungkin membuat laporan. Laporan apa? Sesuai dengan tag, mengenai kegiatan UKM. Berhubungan dengan artikel dan curhatan yang pekan lalu saya tuangkan, saya memiliki kewajiban untuk membuat laporan kaderisasi.

Ini adalah laporan kaderisasi kedua saya.

Minggu kedua ini diisi oleh orang-orang yang memegang peran penting dalam kemahasiswaan ITB. Narasumber yang pertama bernama Kak Aulia Maharani, mahasiswi cantik yang menjadi Presiden Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa ITB atau yang sering disingkat MWA/WM. Tentu saja, kedudukan MWA/WM dalam kemahasiswaan adalah materi pertamanya di mana MWA/WM berada di antara senat akademik dan rektor. MWA/WM sendiri memiliki amanat khusus untuk melaksanakan pemilu rektor. Di sisi ini, ada beberapa hal yang menjadi tujuan dibentuknya MWA/WM. Coba lihat diagram di bawah ini. Ini adalah diagram mengenai hal-hal penting dalam kegiatan MWA/WM.

 
Selain itu pula, terdapat beberapa agenda yang menjadi dasar MWA/WM. Pertama adalah agenda insidental dan agenda yang rutin.
1.    Agenda insidental itu menyangkut pemilihan rektor dan sarasehan.
2.    Agenda rutin itu meliputi rapat pleno, laporan rutin, penyebaran bulletin MWA/WM, dan hal-hal rutin yang lainnya.

Narasumber kedua adalah Kak Ikno Dewantoro, sekretaris jendral Keluarga Mahasiswa ITB atau yang sering disingkat sekjen KM ITB. Sebagai pengurus dari Kabinet Seru!, ada banyak hal yang sempat disampaikan oleh Kak Ikno sebagai perwakilan KM ITB, berhubung Presiden KM ITB memiliki kesibukan yang lain.

Kabinet Seru! itu sesungguhnya merupakan singkatan dari “Selaras pergERakan satU Indones!a. Haha, keren bukan? KM ITB sendiri merupakan organisasi sebagai wadah inspirasi mahasiswa dan mahasiswi ITB. Terdapat 31 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang berasal dari 12 Fakultas, namun hanya 28 yang aktif serta 86 Unit Kemahasiswaan ITB dari berbagai macam rumpun seperti kebudayaan, pendidikan, seni, dan olahraga yang menjadi perpanjangan tangan aspirasi mahasiswa.

Ah, maafkan saya. Saya akan melanjutkannya nanti malam atau dini hari nanti berhubung ada panggilan yang harus saya penuhi. Sampai jumpa.

PART 2 (Lanjutan)
(Halo lagi. Nyaris persis seperti minggu sebelumnya, saya begadang lagi. Banyak tugas yang masih dalam proses pembuatan. Saya tidak tahu. Apakah saya yang terlalu malas atau tugasnya yang terlalu banyak? Baik, saya memang sempat mengulur waktu tetapi itu hanya untuk 30 menit tidur. Ya, 30 menit yang akhirnya berubah menjadi 1 jam.

Lupakan!)

Masih di KM ITB, terdapat beberapa tujuan yang menjadi landasan utama mereka, yaitu:
1. Optimalisasi fungsi
2. Mengembangkan rasa cinta tanah air
3. Patriot pergerakan

Setelah KM ITB, ada lagi yang bernama Kongres KM-ITB yang terbentuk sebagai wujud pemegang kedaulatan tertinggi. Presentasi ini diwakili oleh Fahmi Maulana, PJ Sementara Kongres KM ITB. Organisasi ini terdiri dari senator (perwakilan masing-masing HMJ) yang bertugas menemani dan membimbing serta mengarahkan KM ITB. Tugas utamanya terdiri dari dua yaitu legislasi dan pengaman. Tugas-tugasnya dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Menentukan garis besar kebijakan
2. Membuat Garis Besar Haluan Program (GBHP) dan Arahan Kerja
3, Menjamin sumber daya anggota.
4. Melaksanakan Pemilu Raya KM ITB.
5. Evaluasi dan penilaian.

Setelah itu, di sesi terakhir, Pak Tri Desmana  sebagai Kabid. Pengembangan Non-Kurikuler dan Kemasyarakatan LK ITB menjadi narasumber yang menjelaskan mengenai Lembaga Kemahasiswaan (LK). Adapun infromasi yang saya peroleh adalah sebagai berikut.

LK dipimpin oleh Brian Yulianto, Ph.D. Di bawahnya, terdapat tiga bidang LK.
1. Bidang Kesejahteraan dan Pengembangan Karakter. Ini mengatur segala urusan beasiswa.
2. Bidang Pengembangan Keprofesian dan Kewirausahaan. Seperti halnya keprofesian yang menjurus dalam bidang konseling, bidang ini mengelola ITB Campus Center (ITB-CC) dan kewirausahaan mahasiswa.
3. Bidang Pengembangan Non-Kurikuler dan Kemasyarakatan. Bidang ini mengatur kegiatan kemahasiswaan dan KKN Tematik (Pengabdian Masyarakat).

Setidaknya itulah yang bisa saya tangkap di sela-sela uapan, kelopak mata yang terkatup, telinga yang berdengung mendengarkan suara narasumber ditemani sayup angin yang membuai mimpi, dan jantung yang sempat berkali-kali terlonjak akibat posisi ngantuk yang melebihi gradien garis normal. Tak lupa keinginan kecil untuk bertahan mendengarkan sebagai bentuk apresiasi kerja keras para kerabat dan para narasumber.

Saya rasa hari sudah pagi. Lima jam sudah saya terpaku di depan laptop. Kini saatnya saya mengepost. Terima kasih sudah membaca.




Kaderisasi Persma Kedua

Posted by Unknown
Tag :, Tag :
Sabtu, 13 September 2014

Selamat pagi. Masih di pagi yang sama ketika saya benar-benar tidak tidur semalaman untuk melaksanakan sembahyang dan juga proses membuat tugas yang diam-diam terjalankan.

Entah kenapa, sebelum berangkat ke kaderisasi hari kedua Persma (Official), saya yang masih terbuai dengan kasur empuk asrama dan selimut tebal pemberian kakak saya membunyikan dering ini. Perlu diketahui, saya benar-benar tersiksa dengan pantangan saya menyentuh areal perbaringan. Bukannya saya tidak mau, saya tidak bisa.

Saya tidak bisa menyentuh perbaringan empuk itu bila akhirnya saya tidak jadi mengikuti kaderisasi. Apalagi sore ini saya memiliki jadwal untuk kelas optik. Oh Tuhan, saya pengeluh berat ya?

Maaf, saya ngelantur lagi. Addicted oleh Stevie Hoang, lagu yang direkomendasikan sahabat saya yang berasal dari Bali. Sebenarnya saya tidak tertarik, namun saya dipaksa untuk menuliskan liriknya. Apa boleh buat, saya harus menjadi pendengar sebelum menjadi penulis bukan.

Ini liriknya.
ADDICTED

Since you went away
It's been
One year two months
But it just don't seem like yesterday
We were, we were still together
Time has passed and things have changed so
Why do I feel this way
Cause you're with somebody else
And I'm with somebody else but

Whenever I think about the love we had
(It hurts so bad)
Whenever I think about the love we made
I said that I'd be strong
Girl I really thought that I'd move on
But still I find myself asking

[Chorus:]
Do you still think of me
Like I think about you
Do you still dream of me
Cause I can't sleep without you
Tell me if time should make a change
Then why do I feel the same
Your love has got me addicted

Said I don't know
{When I'm with a chick and we make love I call your name}
Said I don't know
{Wanna be with somebody else I push them away}
Tell me if time should make a change
Then why do I feel the same
I know I gotta move on but
I'm so addicted to you
(You)

It's been long enough
Don't know
Why I'm still holding on
If I had a wish babe I would turn back the hands of time
Cause you don't know what you've got until it's gone (until it's gone)
That's the reason why I'm writing you this song

Girl I'm slippin'
And I don't know what to do
Girl I admit it
I'm sick over you
Damn
I realize my mistake
My pride got in the way
I shoulda begged you to stay

[Chorus:]
Do you still think of me
Like I think about you
Do you still dream of me
Cause I can't sleep without you
Tell me if time should make a change
Then why should I feel the same
Girl your love has got me addicted (Got me addicted)

Said I don't know
{When I'm with a chick and we make love I call your name}
Said I don't know
{Wanna be with somebody else I push them away}
Tell me if time should make a change
Then why do I feel the same
I know I gotta move on but
I'm so addicted to you

If you ever lost someone you truly love
Let me hear you say "yeah"
(Yeah)
Say "yeah"
(yeah) Let me hear you say
And if you ever lost someone you truly need
Let me hear you say "yeah"
(Yeah)
Say "yeah"
(Yeah)

[Chorus:]
Do you still think of me
Like I think about you
Do you still dream of me (yeah)
Cause I can't sleep without you
Tell me if time should make a change
Then why do I feel the same (Why do I feel)
Your love has got me addicted

Said I don't know
{When I'm with a chick and we make love I call your name}
Said I don't know
{Wanna be with somebody else I push them away}
Tell me if time should make a change
Then why do I feel the same
I know I gotta move on but
I'm so addicted to you

Like I think about you
Do you still dream of me
Cause I can't sleep without you
Tell me if time should make a change
Then why do I feel the same
Your love has got me addicted (it's got me addicted)

Said I don't know
When I'm with a chick and we make love I call your name
Said I don't know
Wanna be with somebody else I push them away (I just push them away)
Tell me if time should make a change (Make a change)
Then why do I feel the same (Feel the same)
I know I gotta move on but
I'm so addicted to you

Source : http://www.azlyrics.com/lyrics/steviehoang/addicted.html
Tag :, Tag :
Selamat pagi, bahagia rasanya bisa berjaga hingga sedini ini. Anehnya saya yakin bahwa saya tidak akan berniat tidur hingga siang atau bahkan sore hari. Dengan kata lain, saya sedang bergadang.

Untuk apa?

Saya bergadang bukan tanpa tujuan. Dan jangan berpikir saya ambisius karena membuat tugas hingga seharian tidak tidur. Saya memang mengerjakan tugas. Lebih tepatnya tugas keagamaan.

Hari ini hari piodalan atau ulang tahun Pura Wira Chandra Dharma di Secapa. Karena hanya sekali setahun, tentu saja perayaannya cukup besar.

Banyak sekali agenda yang dikerjakan bahkan hingga saya menyelesaikan postingan inipun, bukan berarti saya lepas dari tugas tersebut.

Salah satu yang membuat saya tergiur untuk bergadang adalah adanya sendratari calonarang. Sebuah cerita tentang leak (calonarang) dan barong yang terkenal di Bali. Bedanya, saya  menikmati pertunjukan ini di Bandung sehingga kesannya cukup berbeda. Namun, segalanya dapat saya nikmati dengan baik sebagai pecinta seni. Sungguh, saya salut dengan seniman-seniman yang berhasil membawakan lakonnya dengan sungguh-sungguh. Walaupun belum cukup profesional, saya merasa terhibur. Membuat saya yakin bahwa pada jalan apapun, Tuhan akan memberikan kebahagiaan yang berlimpah.

Otak saya sedang saya reset sebenarnya. Perpaduan gamelan bali dan kicauan para pengunjung membuat saya setengah tuli. Apalagi ketika tugas lagi-lagi memanggil. Meminta perhatian. Karena itu, untuk hari ini saya kesampingkan ego saya. Akademik masih menjadi prioritas. Biarkan saya mencari jawab sebelum terbuai dalam balutan selimut.

14-09-2014 Pukul 02.17
Tag :
Kamis, 11 September 2014
Ada banyak hal yang menjadi bahan pemikiran saya. Salah satunya adalah, mengapa saya selalu ingin menorehkan huruf demi huruf di lembar kosong yang maya itu sedangkan saya mempunyai segunung tugas yang minta diperhatikan. Saya juga bingung, sungguh.

Saya hanya berpikir bahwa apa yang saya inginkan sebenarnya bukanlah sebuah hal yang sepele. Stress yang mulai melanda saya membuat saya harus berpikir dua kali untuk menghindari kerutan di wajah dan penuaan dini. Saya parno terhadap wajah saya sendiri yang tiap kali bangun tidur selalu terlihat seperti mayat hidup. Pucat. Tak bersemangat.

Seringkali saya menghibur diri dengan menatap tingkah teman-teman yang konyol. Tertawa. Benar, saya tertawa. Namun, terkadang tawa itu terasa hambar. Lebih mirip bubur ayam tanpa garam, enak tapi tak gurih. Kadang saya justru tersadar ketika air mata menetes dengan sendirinya. Tak masuk akal. Menangis tanpa alasan itu tak masuk akal.

Namun, setidaknya, itu masih lebih baik daripada saya harus mengurung diri dan membunuh kelemahan hati saya.

Pikiran saya selalu menerawang. Terkadang berjalan lurus, terkadang berlika-liku.

Mungkin ini karma karena saya sudah berhenti dari meditasi. Saya rasa stress selama dua bulan penantian yang tak kunjung sembuh karena meditasi kini bergumul di dalam isi kepala saya, meminta keluar, meminta lepas. Harusnya saya sadar itu lebih dulu. Pikiran saya sudah lelah untuk memahami isi hati saya yang semakin berubah.

Yah, hati dan pikiran kadang sulit bersatu.

Keping Satu: Pikiran

Posted by Unknown
Tag :
Tanggal 7 September kemarin, saya mengikuti sebuah unit yang sejak dulu memang saya ingin ikuti. Unit yang saya pikir dapat meluruskan mind-set saya mengenai kepekaan dan tanggapan global, unit yang juga saya harapkan memperbaiki sikap egoisme dan apatis saya.

Mungkin kalian akan berpikir, bukankah unit memang ada untuk membuat seseorang menjadi lebih peka, lebih bermasyarakat? Karena unit sesungguhnya adalah sebuah keluarga yang sekalipun tidak terikat darah, tetapi terikat oleh sebuah atau lebih ketertarikan yang sama. Atraksi yang akhirnya berubah menjadi atensi hingga tak sadar satu sama lain saling bergantung.

Oh, saya mulai lagi. Mengetik sesuatu di pagi-pagi buta cukup membuat otak saya memiliki gradien. Tak terlalu besar, namun secuil harga itu entah memperlambat atau malah mempercepat kerja otak saya.

Kembali lagi ke pertanyaan, unit apa?

Saya mengikuti banyak unit. Saking banyaknya, minggu pertama saja saya sudah bingung dengan jadwal baru yang sudah saya ciptakan. Bayangkan saja, hanya Selasa hari saya benar-benar bebas dari yang namanya unit. Indah bukan?

Mari saya ceritakan tentang unit terakhir yang saya daftarkan ketika OHU (Open House Unit).

Persma sebuah akronim dari Pers Mahasiswa, sebuah unit di ITB yang bergerak dalam bidang pers. Bukannya saya ikut-ikutan, sejak awal saya memang memiliki afeksi sendiri terhadap bidang ini. Hanya saja, jadwal kegiatan di SMA tak mentoleransi saya untuk terjun mengikuti pers ini. Sepertinya Tuhan tahu batas kemampuan saya. Saya yakin saya akan lebih sering sakit jika berada dalam kompleks kegiatan terstruktur itu di SMA sebelumnya.

Saya tidak bercanda ketika mengatakan saya mengikut Persma. Memang, dua kali saya telah dengan lancang terlambat mengikuti rangkaian acara yang disuguhkan untuk para Cakra (calon kerabat). Namun, setidaknya saya masih mengikuti dibandingkan tidak sama sekali.

Hei, hari pertama sudah apa saja yang kaudapatkan?

Banyak. Saya tahu mengenai arti dan logo Persma, walaupun sejatinya saya baru mengetahuinya saat post test. Logo Persma yang berbentuk seperti gajah melambangkan ITB, sedangkan garis-garis di sekelilingnya merupakan bulu angsa yang melambangkan pers atau jurnalistik. Di bawahnya terdapat tulisan Pers Mahasiswa Institut Teknologi Bandung. Ciri khas pers kami. Logo yang sederhana, namun sarat makna. Bukankah pers memang seperti itu? Jika menggunakna bahasa yang sulit, bagaimana masyarakat (mahasiswa) bisa mengerti apa yang disampaikan?

Jangan bilang hanya itu yang kauketahui.

Tidak. Saya mengenal struktur kerja Persma. Divisi-divisinya, fungsi dan kewajibannya pula. Sama seperti pers di belahan dunia manapun, Persma juga memiliki empat fungsi yaitu:
1. Media informasi
2. Media pendidikan
3. Media hiburan
4. Media kontrol sosial

Kaudapat itu darimana? Bukankah itu fungsi secara nasional? Semua orang juga tahu!

Baiklah. Bagaimana kalau saya jelaskan tujuan dibentuknya Persma yang tak lain adalah menciptakan suasana kondusif kemahasiswaan yang berperan untuk menjaga iklim demokrasi dan fungsi kontrol organisasi. Sedangkan divisi-divisinya sendiri ada enam.
1. Divisi redaksi, yang membuat dan mengolah berita,
2. Divisi artistik, yang bertugas membuat berita menjadi atraktif.
3. Divisi perusahaan, yang bertugas mengontrol publishing.
4. Divisi litbang, salah satu yang saya sukai karena pekerjaannya mensurvei dan mencari korelasi antarfakta
5. PSDA, menurut saya divisi ini cukup berat karena harus menjamin seluruh anggota persma dapat mengoptimalkan bakatnya. Saya harap, saya bisa tumbuh sesuai dengan harapan.
6. Internal dan Eksternal. Divisi yang menjadi penghubung antaranggota baik itu di dalam tubuh Persma maupun di luar sayapnya.
Namun, hal yang mengiris hati saya adalah kenyataan bahwa semua divisi harus dan wajib bekerjaa sama untuk mencapai tujuan tersebut. Inilah yang saya cari mengingat saya sangat lemah dalam melakukan tugas nonindividual.

Kaubeberkan keakuanmu lagi?

Bukan masalah. Saya merasa dengan ini mungkin saya layak mendapatkan posisi yang sesuai untuk pribadi saya.

Lalu, apa lagi?

Oh, saya lupa memberitahu. Persma bergerak dalam bidang pers sehingga produk-produknya pasti akan berbau pers. Ganecapos adalah nama koran kami. Kalian bisa menemukannya secara online di www.ganecapos.com . Twitter, Facebook dan yang lainnya bisa kalian temukan dengan cara mengetikan kata kunci ganecapos di google.

Promosi?

Keberatan? Sudah menjadi kewajiban saya untuk mempromosikan apa yang menjerat atensi saya. Setidaknya, sekalipun seandainya saya beristirahat di tengah jalan, saya masih berguna untuk apa yang saya ikuti.

Apa lagi yang harus saya katakan?

Banyak. Akan tetapi, saya harus sedikit bersabar mengais materi lebih dalam lagi. Lagipula, hari itu adalah kaderisasi pertama Persma. Masih banyak yang harus saya pelajari untuk bisa benar-benar berkembang di bidang itu. Jadi, setidaknya, biarkan saya mencoba.

Tertanda, 
L. P. Viona D.

Sehari Menjadi Cakra Persma

Posted by Unknown
Tag :, Tag :

Blogger templates

Blogroll

Copyright © Sekilas Renungan Pagi -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by JD design_asked to io