Posted by : Unknown
Minggu, 12 Oktober 2014
REKAN
Kadang-kadang, sering kulihat ia mengacak rambutnya frustasi. Lalu mengetik dan mengetik lagi. Kadang-kadang, sering juga kusaksikan, ia terus-terusan menoleh ke arah jalan, di depan gedung kembaran segi delapan. Entah menengok siapa.
Aku cemas. Apa jangan-jangan dia sedang menghindar dari seseorang?
Ah, tidak. Tidak mungkin ia menghindar kalau ia bersembunyi di tempat terbuka seperti ini.
Lalu apa?
Matanya lagi-lagi bergerak gelisah. Sekarang, ia menatap arloji kecil yang melingkar di tangan kirinya. Siapa yang ia tunggu?
Tiba-tiba seorang laki-laki datang. Sedikit terengah tanda ia terburu-buru. Disekanya keringat di dahi lalu tersenyum pada gadis yang menyender di tembok itu.
"Maaf, terlambat."
Entah apa yang mereka janjikan. Ketika mata itu bertemu, senyum terlukis di paras keduanya.
"Terima kasih sudah bergabung, Kakak."
11:55
Di depan gedung TVST, menunggu seseorang untuk bergabung di Genshiken Project (story).

