Posted by : Unknown
Sabtu, 13 September 2014
Selamat pagi, bahagia rasanya bisa berjaga hingga sedini ini. Anehnya saya yakin bahwa saya tidak akan berniat tidur hingga siang atau bahkan sore hari. Dengan kata lain, saya sedang bergadang.
Untuk apa?
Saya bergadang bukan tanpa tujuan. Dan jangan berpikir saya ambisius karena membuat tugas hingga seharian tidak tidur. Saya memang mengerjakan tugas. Lebih tepatnya tugas keagamaan.
Hari ini hari piodalan atau ulang tahun Pura Wira Chandra Dharma di Secapa. Karena hanya sekali setahun, tentu saja perayaannya cukup besar.
Banyak sekali agenda yang dikerjakan bahkan hingga saya menyelesaikan postingan inipun, bukan berarti saya lepas dari tugas tersebut.
Salah satu yang membuat saya tergiur untuk bergadang adalah adanya sendratari calonarang. Sebuah cerita tentang leak (calonarang) dan barong yang terkenal di Bali. Bedanya, saya menikmati pertunjukan ini di Bandung sehingga kesannya cukup berbeda. Namun, segalanya dapat saya nikmati dengan baik sebagai pecinta seni. Sungguh, saya salut dengan seniman-seniman yang berhasil membawakan lakonnya dengan sungguh-sungguh. Walaupun belum cukup profesional, saya merasa terhibur. Membuat saya yakin bahwa pada jalan apapun, Tuhan akan memberikan kebahagiaan yang berlimpah.
Otak saya sedang saya reset sebenarnya. Perpaduan gamelan bali dan kicauan para pengunjung membuat saya setengah tuli. Apalagi ketika tugas lagi-lagi memanggil. Meminta perhatian. Karena itu, untuk hari ini saya kesampingkan ego saya. Akademik masih menjadi prioritas. Biarkan saya mencari jawab sebelum terbuai dalam balutan selimut.
14-09-2014 Pukul 02.17

