Posted by : Unknown Sabtu, 20 September 2014

Halo, tak terasa seminggu lamanya saya menghilang dari dunia blogging. Yah, walaupun saya memang seorang newbie, setidaknya, saya cukup sering berkeluh kesah mengenai hari-hari saya yang saat ini semakin lama semakin padat. Saya tahu sebagai seorang mahasiswa baru yang kemarin keluar dari sebuah SMA berasrama yang ketatnya juga lumayan, mengeluh adalah hal paling prinsip yang sebisa mungkin saya hindari. Mengapa? Mengeluh hanya akan membuat saya semakin tidak yakin akan apa yang saat ini saya hadapi. Saya selanjutnya akan menyesal karena mengambil pilihan ini.

Ah sudahlah! Berbicara mengenai kesibukan tidak akan pernah ada habisnya. Malam ini, di tengah-tengah Malam Akrab mahasiswi-mahasiswi TPB Asrama Putri ITB, saya menyempatkan diri memenuhi hasrat ambisius saya sekaligus beban saya untuk sesegera mungkin membuat laporan. Laporan apa? Sesuai dengan tag, mengenai kegiatan UKM. Berhubungan dengan artikel dan curhatan yang pekan lalu saya tuangkan, saya memiliki kewajiban untuk membuat laporan kaderisasi.

Ini adalah laporan kaderisasi kedua saya.

Minggu kedua ini diisi oleh orang-orang yang memegang peran penting dalam kemahasiswaan ITB. Narasumber yang pertama bernama Kak Aulia Maharani, mahasiswi cantik yang menjadi Presiden Majelis Wali Amanat Wakil Mahasiswa ITB atau yang sering disingkat MWA/WM. Tentu saja, kedudukan MWA/WM dalam kemahasiswaan adalah materi pertamanya di mana MWA/WM berada di antara senat akademik dan rektor. MWA/WM sendiri memiliki amanat khusus untuk melaksanakan pemilu rektor. Di sisi ini, ada beberapa hal yang menjadi tujuan dibentuknya MWA/WM. Coba lihat diagram di bawah ini. Ini adalah diagram mengenai hal-hal penting dalam kegiatan MWA/WM.

 
Selain itu pula, terdapat beberapa agenda yang menjadi dasar MWA/WM. Pertama adalah agenda insidental dan agenda yang rutin.
1.    Agenda insidental itu menyangkut pemilihan rektor dan sarasehan.
2.    Agenda rutin itu meliputi rapat pleno, laporan rutin, penyebaran bulletin MWA/WM, dan hal-hal rutin yang lainnya.

Narasumber kedua adalah Kak Ikno Dewantoro, sekretaris jendral Keluarga Mahasiswa ITB atau yang sering disingkat sekjen KM ITB. Sebagai pengurus dari Kabinet Seru!, ada banyak hal yang sempat disampaikan oleh Kak Ikno sebagai perwakilan KM ITB, berhubung Presiden KM ITB memiliki kesibukan yang lain.

Kabinet Seru! itu sesungguhnya merupakan singkatan dari “Selaras pergERakan satU Indones!a. Haha, keren bukan? KM ITB sendiri merupakan organisasi sebagai wadah inspirasi mahasiswa dan mahasiswi ITB. Terdapat 31 Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang berasal dari 12 Fakultas, namun hanya 28 yang aktif serta 86 Unit Kemahasiswaan ITB dari berbagai macam rumpun seperti kebudayaan, pendidikan, seni, dan olahraga yang menjadi perpanjangan tangan aspirasi mahasiswa.

Ah, maafkan saya. Saya akan melanjutkannya nanti malam atau dini hari nanti berhubung ada panggilan yang harus saya penuhi. Sampai jumpa.

PART 2 (Lanjutan)
(Halo lagi. Nyaris persis seperti minggu sebelumnya, saya begadang lagi. Banyak tugas yang masih dalam proses pembuatan. Saya tidak tahu. Apakah saya yang terlalu malas atau tugasnya yang terlalu banyak? Baik, saya memang sempat mengulur waktu tetapi itu hanya untuk 30 menit tidur. Ya, 30 menit yang akhirnya berubah menjadi 1 jam.

Lupakan!)

Masih di KM ITB, terdapat beberapa tujuan yang menjadi landasan utama mereka, yaitu:
1. Optimalisasi fungsi
2. Mengembangkan rasa cinta tanah air
3. Patriot pergerakan

Setelah KM ITB, ada lagi yang bernama Kongres KM-ITB yang terbentuk sebagai wujud pemegang kedaulatan tertinggi. Presentasi ini diwakili oleh Fahmi Maulana, PJ Sementara Kongres KM ITB. Organisasi ini terdiri dari senator (perwakilan masing-masing HMJ) yang bertugas menemani dan membimbing serta mengarahkan KM ITB. Tugas utamanya terdiri dari dua yaitu legislasi dan pengaman. Tugas-tugasnya dapat dijabarkan sebagai berikut.
1. Menentukan garis besar kebijakan
2. Membuat Garis Besar Haluan Program (GBHP) dan Arahan Kerja
3, Menjamin sumber daya anggota.
4. Melaksanakan Pemilu Raya KM ITB.
5. Evaluasi dan penilaian.

Setelah itu, di sesi terakhir, Pak Tri Desmana  sebagai Kabid. Pengembangan Non-Kurikuler dan Kemasyarakatan LK ITB menjadi narasumber yang menjelaskan mengenai Lembaga Kemahasiswaan (LK). Adapun infromasi yang saya peroleh adalah sebagai berikut.

LK dipimpin oleh Brian Yulianto, Ph.D. Di bawahnya, terdapat tiga bidang LK.
1. Bidang Kesejahteraan dan Pengembangan Karakter. Ini mengatur segala urusan beasiswa.
2. Bidang Pengembangan Keprofesian dan Kewirausahaan. Seperti halnya keprofesian yang menjurus dalam bidang konseling, bidang ini mengelola ITB Campus Center (ITB-CC) dan kewirausahaan mahasiswa.
3. Bidang Pengembangan Non-Kurikuler dan Kemasyarakatan. Bidang ini mengatur kegiatan kemahasiswaan dan KKN Tematik (Pengabdian Masyarakat).

Setidaknya itulah yang bisa saya tangkap di sela-sela uapan, kelopak mata yang terkatup, telinga yang berdengung mendengarkan suara narasumber ditemani sayup angin yang membuai mimpi, dan jantung yang sempat berkali-kali terlonjak akibat posisi ngantuk yang melebihi gradien garis normal. Tak lupa keinginan kecil untuk bertahan mendengarkan sebagai bentuk apresiasi kerja keras para kerabat dan para narasumber.

Saya rasa hari sudah pagi. Lima jam sudah saya terpaku di depan laptop. Kini saatnya saya mengepost. Terima kasih sudah membaca.




Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Blogger templates

Blogroll

Copyright © Sekilas Renungan Pagi -Black Rock Shooter- Powered by Blogger - Designed by JD design_asked to io